<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611</id><updated>2012-01-17T13:45:28.594+07:00</updated><category term='akidah'/><category term='brainstorming'/><category term='hizbut tahrir'/><category term='anak'/><category term='pengetahuan islam'/><category term='sikap'/><title type='text'>IKAT ILMU dengan MENULIS</title><subtitle type='html'>UMMI SAFIRA's BLOG
Blog pribadi untuk menuangkan segala macam ...bisa tentang apa saja. Seputar Kuliner, Dakwah Islam, Politik, bisnis online, toko online. Terakhir ... saya ucapkan selamat datang dan selamat membaca blog saya. Silakan kalo ada masukan, kritikan dsb.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-29834133647957943</id><published>2010-03-03T05:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-03T05:04:32.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap'/><title type='text'>Menyikapi Anak Puber</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S42EAA5-cHI/AAAAAAAAAEA/GLQ8pU0_koA/s1600-h/images4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S42EAA5-cHI/AAAAAAAAAEA/GLQ8pU0_koA/s320/images4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Anak ketika memasuki fase dewasa akan mengalami fase pubertas yang secara fitrah perubahan-perubahan itu merupakan hal yang wajar yang terjadi pada perkembangan kepribadian anak. Sebagai orang tua, sebainya kita mendampingi mereka melewati fase pubertasnya sehingga mereka pun merasa aman dan nyaman melewati fase ini. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mereka pun bisa mengambil hikmah dari perubahan-perubahan itu sehingga akan menjadikan mereka lebih mampu dan lebih selamat dalam menjalankan tanggung jawab ketika mereka dewasa.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Anak&amp;nbsp; yang sedang puber sedang dalam kondisi mencari jati diri, mencari independensi, kebebasan dan berupaya mandiri. Namun pada saat yang sama, ia juga masih membutuhkan arahan, bimbingan orang tua. Kita jangan sampai salah memahami anak dengan menyangka bahwa mereka bersikap memusuhi kita, atau mereka telah kehilangan loyalitasnya kepada keluarga dan selalu mencari kebebasan, serta tidak mau terikat oleh kita.&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kita harus mengetahui bahwa ada potensi baru dalam diri anak dan merasa ketika ia tumbuh besar, kepercayaan kita kepadanya meningkat tanpa meninggalkan pengawasan dan bimbingan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seimbang dalam menyikapi anak&amp;nbsp; yang sedang puber adalah syarat utama dalam tarbiyah. Jangan menyikapi anak dengan keras dan kasar dan memandang anak sebagai sumber keburukan dan masalah yang tidak ada habisnya. Jangan memberi kebebasan kepada anak secara berlebihan hingga diabaikan dan tidak diawasi hingga tidak mengetahui apa kegiatan mereka dan siapa teman-teman mereka. hal ini dapat mengakibatkan anak jatuh ke lembah dosa dan kemaksiatan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luwes dalam bersikap dan memberi peraturan, beri kelonggaran namun tetap mengawasi, percaya padanya tetapi tidak berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakukan dan posisikan anak sebagai kawan, sahabat kita. Dorong mereka untuk mengembangkan bakat, menyampaikan gagasan dalam berbagai masalah sehingga suasana diwarnai keterbukaan. karena anak yang sedang puber terkadang merasa minder, pasif, malu untuk berbicara tentang suatu masalah. Motivasi mereka untuk berani dan terbuka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bijaksana dalam memahami apa yang disampaikannya kepada kita.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-29834133647957943?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/29834133647957943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/menyikapi-anak-puber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/29834133647957943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/29834133647957943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/menyikapi-anak-puber.html' title='Menyikapi Anak Puber'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S42EAA5-cHI/AAAAAAAAAEA/GLQ8pU0_koA/s72-c/images4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-8775644272038325910</id><published>2010-03-03T04:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-03T04:11:33.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap'/><title type='text'>Menghadapi Anak yang Pemarah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41201O-gZI/AAAAAAAAAD4/w2QgQml44yI/s1600-h/marah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41201O-gZI/AAAAAAAAAD4/w2QgQml44yI/s320/marah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat jarang kita temukan anak yang tidak marah. kalau pun ada, jangan senang dulu, bisa saja hal itu menandakan perkembangan anak yang lamban saat ia melewati tahun pertama dan akan menghambat proses untuk bisa jalan. Pada fase ini kemampuan berpikir dan bicara mengalami perkembangan secara bertahap. Demikian juga dengan keinginan dan kecenderungan pribadi anak. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bila ia mengalami hambatan dalam proses perkembangannya, ia akan merasakan hal itu dan muncullah perasaan marah. Banyak faktor yang bisa memicu kemarahan anak, misalnya dikritik, dicela, diarahkan pada sesuatu yang benar, dibanding-bandingkan dengan anak lain, diberi tugas melebihi kemampuannya, diganggu keasyikan bermainnya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Pelampiasan marah anak pada tahun-tahun pertama adalah dengan melakukan sesuatu yang tidak karuan pada seseorang, karena ia belum bisa melawan atau memukul. Ia hanya berteriak, menangis, berguling-guling ditanah, melompat-lompat, atau menendang.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Setelah berumur 4 tahun, mulai berkurang cara pelampiasan di atas. Berganti dengan menggunakan ucapan atau kata-kata yang didengarnya, bahkan kadang sampai mencaci atau mengancam. Tingkat emosi anak berbeda, sebagaimana kadar kepuasan anak setelah marah pun tidak sama.&lt;/div&gt;Bagaimana menghadapi amarah anak? Perhatikan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;ketika anak marah, kita jangan terpancing ikut marah. Kita harus cari tahu penyebab kemarahannya dan segera mengatasinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jika anak mengekspresikan kemarahan dengan menangis atau menjerit tanpa disertai dengan memecahkan sesuatu atau menyakiti dirinya, maka biarkan ia menangis hingga terpuaskan kemarahannya. Setelah itu kita tanyakan penyebab kemarahannya sambil kita jelaskan bahwa dengan menangis, ia tidak akan memperoleh manfaat dari tangisannya itu untuk memenuhi keinginannya. Ajarkan anak untuk mengungkapkan keinginan dengan verbal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan berdebat dengan anak yang sedang marah dan menjelaskan sesuatu (memberi nasihat) kepadanya. Saat ia marah, sebaiknya kita diam. Setelah marah, barulah kita bicara dengannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan melarang anak menangis atau menentang dalam suatu masalah. Biarkan ia melampiaskan amarahnya, karena hai itu akan meredakan amarah itu sendiri. Sikap orang tua yang melarang atau pun menentang anak ketika marah justru akan mengeruhkan hubungan baik yang selama ini terjalin di antara mereka. Terlebih jika orang tua melarangnya dengan memberi ancaman atau memukul.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Secara bertahap, kita ajari anak bagaimana melampiaskan amarah dengan baik sebelum permasalahannya menjadi parah. Jangan pernah bosan mendorong anak untuk mau bercerita, curhat tentang apapun yang sedang ia rasakan. Tumbuhkan perasaan pada anak bahwa kita peduli padanya, siap membantu dan membimbingnya. Wallahu a'lam bish showab.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-8775644272038325910?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/8775644272038325910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/menghadapi-anak-yang-pemarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8775644272038325910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8775644272038325910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/menghadapi-anak-yang-pemarah.html' title='Menghadapi Anak yang Pemarah'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41201O-gZI/AAAAAAAAAD4/w2QgQml44yI/s72-c/marah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-4997225796163753846</id><published>2010-03-03T03:28:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T03:35:22.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akidah'/><title type='text'>Tanamkan Aqidah Yang Kuat Pada Jiwa Anak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S412ZzZ-4GI/AAAAAAAAADw/gtC3T5Id_nQ/s1600-h/images3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S412ZzZ-4GI/AAAAAAAAADw/gtC3T5Id_nQ/s320/images3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Inginkah Anda memiliki anak dengan dasar keimanan yang kuat dan tidak mudah digoyahkan oleh apapun? Pada dasarnya, semua orang tua mempunyai keinginan yang sama dalam mendidik anak. Dalam setiap doanya...kita senantiasa mendoakan anak kita agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Tapi...sudahkan kita mengusahakan agar anak kita menjadi seperti yang kita harapkan? &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kita tidak bisa mengharapkan anak tiba-tiba akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah tanpa kita mengajarkan dasar-dasar keimanan yang kelak akan menancap dengan kuat dalam jiwa mereka. Kita pun tidak bisa menyerahkan begitu saja pendidikan keimanan anak kita pada sekolah yang notabebe tidak dapat memberikan jaminan bagi pengayaan pengetahuan aqidah dan pokok-pokok dien seorang anak Muslim. Keluarga adalah penanggung jawab utama dalam membangun landasan aqidah anak. Akidah inilah yang nanti akan menjadi landasan berpikir yang akan membawa mereka bagaimana memecahkan problematika sesuai dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Akidah menjelaskan bahwa dibalik alam semesta, manusia, dan hidup, terdapat Pencipta (&lt;i&gt;Al Khaliq&lt;/i&gt;) -Allah SWT- yang telah menciptakan ketiganya serta yang telah menciptakan segala sesuatu lainnya. Allah telah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Allah bersifat &lt;i&gt;wajibul wujud&lt;/i&gt; -wajib adanya- sebab jika tidak demikian, berarti Ia tidak mampu menjadi &lt;i&gt;Al Khaliq&lt;/i&gt;. Ia bukan makhluk, karena sifat-Nya sebagai pencipta yang memastikan bahwa diri-Nya bukan makhluk. Dan menjadi kepastian pula bahwa Allah mutlak adanya, karena setiap makhluk butuh kepada Allah, sedangkan Allah tidak butuh kepada apapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Begitulah anak kita ajarkan masalah akidah sejak dini, baik terkait dengan kitab-kitab samawi, malaikat, hari akhir, rasul-rasulNya, atau masalah-masalah lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Sebagai orang tua, kita harus bisa mendengar dan mau menjawab setiap pertanyaan yang diajukan anak seputar perkara-perkara yang ghaib dengan sabar sehingga anak dapat menangkap dan memahami penjelasan kita. Oleh karena itu...sebagai orang tua, hendaknya kita selalu meng&lt;i&gt;upgrade&lt;/i&gt; pengetahuan kita dengan membaca buku-buku tentang akidah dan tidak menutup diri untuk bergabung dalam jamaah yang membahas tentang Al Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-4997225796163753846?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/4997225796163753846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/tanamkan-aqidah-yang-kuat-pada-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/4997225796163753846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/4997225796163753846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/03/tanamkan-aqidah-yang-kuat-pada-jiwa.html' title='Tanamkan Aqidah Yang Kuat Pada Jiwa Anak'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S412ZzZ-4GI/AAAAAAAAADw/gtC3T5Id_nQ/s72-c/images3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-2901741096772479504</id><published>2010-02-26T16:09:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T02:11:25.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brainstorming'/><title type='text'>ADA APA dengan NIKAH SIRI ? (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41ibiL9lrI/AAAAAAAAADA/SUo9lerKMa8/s1600-h/pernikahan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41ibiL9lrI/AAAAAAAAADA/SUo9lerKMa8/s200/pernikahan.jpeg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Lanjut lagi ya bahas tentang NIKAH SIRI? dah bosen belum?? belum ya.... Sekarang kita bahas..kenapa sih kok bisa muncul persoalan seperti itu??? Dari mana akar persoalannya sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan di negeri ini telah sukses "memaksa" sebagian orang terjerumus ke dalam kubangan perzinaan. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan dan undang-undang yang mendukung sekularisme, liberalisme dan Kapitalisme di berbagai aspek kehidupan. Lihatlah bagaimana sistem yang bekerja saat ini menghasilkan generasi para pezina, bahkan dalam usia yang sangat dini, melalui beberapa hal berikut:&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&lt;i&gt;Pendidikan sekular yang mendepak agama&lt;/i&gt;. &lt;/b&gt;Pendidikan sekular ini nyata-nyata menjadikan para remaja kita dibuat tidak matang secara intelektual, emosional apalagi spiritual. Akhirnya, mereka mudah terombang-ambing dan terjerumus ke dalam lembah maksiat, termasuk perzinaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;i&gt;Kemudahan mengakses sarana pornografi dan pornoaksi. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Semua itu disediakan oleh raksasa industri yang menjadikan aurat dan syahwat sebagai &lt;i&gt;core-business&lt;/i&gt; (bisnis inti) mereka dan dilegalkan Pemerintah. Para remaja terus-menerus dibombardir oleh berbagai sarana pornografi dan pornoaksi tersebut. Akibatnya, di tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun tak terbendung. Saat sebagian dari mereka itu masih percaya dengan ikatan luhur pernikahan dan berniat untuk segera menikahi pasangan mereka, ironisnya pintu pernikahan dini pun ditutup rapat-rapat. Yang melanggar bisa dipidanakan. Akhirnya, mereka pun mencari jalan pintas dan aman: berzina.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;i&gt;Sanksi hukum yang longgar&lt;/i&gt;. &lt;/b&gt;Hingga hari ini, dalam KUHP kita tidak ada satu pasal pun yang mengatur pemidanaan atas pelaku zina, selama dilakukan atas dasar suka sama suka! (Padahal mana ada orang berzina dipaksa?). Intinya, zina tak lagi dianggap kriminal. Akibatnya, orang tak akan pernah merasa takut untuk melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, maraknya kasus "zina siri" maupun zina terang-terangan yang merusak ini lebih patut mendapatkan perhatian Pemerintah ketimbang gejala nikah &lt;i&gt;siri&lt;/i&gt; ataupun poligami yang hanya secuil itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat poligami dihambat, nikah siri pun dipidanakan, sementara hasrat untuk menikah lagi tak terbendung, yang terjadi adalah kemungkinan banyaknya para lelaki mencari jalan pintas dan aman. Apalagi kalau bukan berzina. Sebab, hingga saat ini memang tidak ada sanksi bagi para pezina! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belum diberlakukannya UU HMPA yang bisa mempidanakan pelaku nikah siri saja, saat ini perzinaan demikian marak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Bagaimana jika saat sudah diberlakukan. Apalagi menurut Ustadzah Najmah Saidah dari DPP MHTI, keluarnya RUU HMPA bukan tanpa sebab. Di dalamnya terdapat ruh dan nuansa liberalisasi, yaitu CLDKHI. ”Ini merupakan upaya terselubung liberalisasi keluarga. Ini merupakan bagian dari penjajahan global oleh musuh-musuh Islam (AS) yang menginginkan hancurnya tatanan kehidupan keluarga Muslim,” ujar Ibu Najmah (&lt;i&gt;Hizbut-tahrir.or.id&lt;/i&gt;, 6/4/09). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Skenario global ini secara sistematis dan struktural masuk melalui lembaga internasional (PBB) yang menekan negeri-negeri Muslim jajahan untuk meratifikasi konvensi-konvensi yang sarat agenda liberal seperti CEDAW dll. Selanjutnya negara menekan masyarakat dengan berbagai UU liberal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu digarisbawahi, negeri ini tak pernah berhenti menjadi sasaran liberalisasi di berbagai bidang; baik liberalilasi agama dan pemikiran, liberalisasi ekonomi, liberalisasi politik, liberalisasi hukum Islam maupun liberalisasi sosial dan budaya. Selain itu, kini upaya liberalisasi keluarga—yang notabene menjadi ‘benteng terakhir’ pertahanan kaum Muslim—juga terus digencarkan. Salah satu pintu masuknya adalah melalui RUU Hukum Materiil Peradilan Agama (RUU HMPA) Bidang Perkawinan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua upaya liberalisasi ini tidak lain merupakan bagian dari skenario kafir penjajah Barat melalui agen-agennya di negeri ini untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslim. Karena itu, hendaklah kita selalu meyakini firman Allah SWT:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;]وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا[&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Mereka (kaum kafir) tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) seandainya mereka sanggup &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Baqarah [2]: 217).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT juga berfirman:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;]وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ[&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama (jalan hidup) mereka&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Baqarah [2]: 120).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;Selain itu, kita pun harus menyadari bahwa arus liberalisasi masuk secara struktural dan kultural. Karena itu, upaya membendungnya pun harus dilakukan secara struktural dan kultural. Di sinilah pentingnya kita untuk terus berupaya menyadarkan umat sekaligus berjuang menegakkan institusi Khilafah Islamiyah sebagai penjaga Islam sekaligus pelindung umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Al Islam edisi 494&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-2901741096772479504?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/2901741096772479504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/02/ada-apa-dengan-nikah-siri-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/2901741096772479504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/2901741096772479504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/02/ada-apa-dengan-nikah-siri-bagian-2.html' title='ADA APA dengan NIKAH SIRI ? (bagian 2)'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41ibiL9lrI/AAAAAAAAADA/SUo9lerKMa8/s72-c/pernikahan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-8243626895548446612</id><published>2010-02-26T15:55:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T02:18:48.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brainstorming'/><title type='text'>ADA APA dengan NIKAH SIRI ? (bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41kdmeTZkI/AAAAAAAAADI/f-cPZU9XRbU/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41kdmeTZkI/AAAAAAAAADI/f-cPZU9XRbU/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah mengikuti berita-berita yang marak di stasiun TV favorit Anda? Baik berita maupun gossip...bahasan mereka sama..apalagi kalo bukan NIKAH SIRI. Banyak yang pro..banyak juga yang kontra. ANDA ??? Ikut yang mana? Pilihan ada di tangan Anda...yang pasti...sebelum memutuskan, pahami dahulu apa itu nikah siri, kenapa sih muncul nikah siri, kenapa juga harus dilarang, dsbnya. Jangan asal ngikut tapi gak tau kenapa ngikut. Bahaya sekali...*ntar dikira bebek dong :)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pemahaman Anda tentang nikah siri bagaimana? kalo pemahaman Anda nikah siri adalah nikah bawah tangan, nikah tanpa tercatat di catatan sipil/lembaga pencatat pernikahan, tapi sah secara agama...nah, sama dong. Saya juga berpikir begitu. Trus...apa yang salah dengan nikah siri?? Syarat dan rukunnya secara syar'i sudah terpenuhi..berarti sudah sah dong. Kenapa juga harus dipidanakan?? "Lha wong nikah kok dilarang....zina malah dibolehin" aneh kan dunia...&lt;br /&gt;Tempat prostitusi segedhe gajah aja dilegalkan...aparat gak bisa apa-apa dengan tempat maksiat yag semakin merajalela. Sedangkan orang yang mau mencari pahala dengan menggenapkan sebagian diennya....malah mau diseret ke meja hijau. Astaghfirullah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo kawin kontrak (nikah mut'ah) dipidanakan...wajar dong. Boleh-boleh aja. karena dalam pandangan Islam, nikah mut'ah emang HARAM. Mayoritas ulama sepakat dengan pengharaman ini. (weits...jangan protes).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke LAPTOP....eh ke nikah siri. Nikah siri, menurut Ketua MUI Ma'ruf Amin, kalo sudah memenuhi syarat rukunnya, berarti sudah sah nikahnya. Tapi bisa juga jadi haram. HARAM jika ada korban yang timbul akibat dilakukannya nikah siri. Menurut KH Ma’ruf, label haram akan berlaku bila ada korban yang ditimbulkan akibat dilakukannya nikah siri. "Biasanya, korban itu adalah anak atau istri yang haknya tidak terlindungi. Mereka menjadi tidak memiliki hak waris dan sebagainya," ujar dia (&lt;i&gt;Vivanews&lt;/i&gt;, 16/2/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo alasannya praktik nikah siri dan poligami selama ini banyak merugikan pihak perempuan, terutama menyangkut hak-haknya di depan hukum/pengadilan (misal: sulit menuntut hak nafkah jika terjadi masalah dalam rumah tangganya, apalagi sampai terjadi perceraian; susah mendapat hak waris jika suami meninggal; sukar mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya; dll), maka yang perlu dipecahkan adalah bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Caranya dengan mengubah UU atau aturan yang ada yang selama ini mempersulit diperolehnya hak-hak tersebut. Misal: PP No. 45/1990 bagi PNS seharusnya dicabut. Dengan itu, saat mereka ada keinginan kuat menikah lagi, mereka bisa melakukannya secara resmi melalui lembaga Pemerintah (KUA). Dengan itu pula, mereka dengan mudah bisa mendapat akta nikah, yang selama ini dijadikan syarat untuk mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemidanaan atas pelaku nikah siri (maupun poligami) juga tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan bencana seks bebas, baik melalui praktik zina secara terang-terangan maupun "zina siri" (diam-diam). Jelas, segala bentuk perzinaan ini telah berdampak pada problem-problem sosial pelik lainnya seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, epidemi HIV/AIDS, sampai degradasi moral remaja. Bahkan "zina siri" telah melanda para remaja. Menurut hasil survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), misalnya, yang mengambil sampel di 33 provinsi pada tahun 2008, diperoleh fakta bahwa 63 persen remaja usia sekolah SMP dan SMU mengaku pernah melakukan hubungan seks, dan 21 persen di antaranya pernah melakukan aborsi. Itu baru yang terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan nikah siri (yang absah menurut agama tetapi tidak tercatat di KUA), dimana laki-laki dan wanita diikat dalam sebuah ikatan luhur dan terhormat, demi mengarungi bahtera keluarga &lt;i&gt;sakinah mawadah wa rahmah&lt;/i&gt;. Bandingkanlah, mana yang semestinya patut mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius? Mana di antara keduanya yang berbahaya? Mana di antara keduanya yang menyebarkan penyakit biologis dan penyakit sosiologis di tengah masyarakat? Jika para pelaku nikah siri (termasuk poligami) diancam dengan hukuman penjara, mengapa para pelaku zina terang-terangan maupun "zina siri" malah dibiarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Al Islam edisi 494&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-8243626895548446612?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/8243626895548446612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/02/ada-apa-dengan-nikah-siri-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8243626895548446612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8243626895548446612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2010/02/ada-apa-dengan-nikah-siri-bagian-1.html' title='ADA APA dengan NIKAH SIRI ? (bagian 1)'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41kdmeTZkI/AAAAAAAAADI/f-cPZU9XRbU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-951278343359897229</id><published>2009-12-27T13:32:00.001+07:00</published><updated>2010-03-03T02:22:20.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hizbut tahrir'/><title type='text'>Jangan Takut Bergabung Dengan Hizbut Tahrir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41lJN7rkbI/AAAAAAAAADQ/XoJ9mUBQKNE/s1600-h/images2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41lJN7rkbI/AAAAAAAAADQ/XoJ9mUBQKNE/s320/images2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;HTI Press&lt;/b&gt;. Jangan takut bergabung dengan Hizbut Tahrir. Tidak perlu memandang golongan, yang penting bersatu di bawah kalimat la ilaha illallah wa muhammadur rasulullah. Ucap Ibu Su’ud Fathimah, dari YPI. At-Takwa Kecamatan Kalisat, Jember saat menanggapi beredarnya opini negatif terhadap Hizbut Tahrir dan perjuangannya pada hari Ahad (13/12). Ungkapan tersebut merupakan bentuk dukungan dari salah satu peserta dalam acara Tabligh Akbar Tarhib Muharram Ulama Perempuan yang diselengarakan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Jember .&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jember dikenal sebagai kota seribu pesantren. Maka dukungan terhadap Syari’ah dan Khilafah pun datang dari kalangan pesantren. Nyai Munawwaroh, pemangku pesantren Nurul Ulum Jember, diagendakan menyampaikan orasi pertama pada tabligh akbar yang bertema “Rapatkan Barisan, Kokohkan Ukhuwah, Songsong Khilafah”. Namun, pada waktu pelaksanaan, beliau berhalangan hadir karena sakit. Meski demikian, beliau mewakilkan pembacaan orasinya tentang derita yang dialami kaum muslimin pasca runtuhnya Daulah Khilafah kepada Ustadzah Zahida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi kedua disampaikan oleh Ustadzah Azizah, Pembina pengajian Galista Asmara, yang menegaskan bahwa Khilafah adalah solusi problematika ummat saat ini. Koordinator Lajnah Tsaqofiyah MHTI DPD II Jember , Ustadzah Amrina Rosyada, S.Psi, kemudian menutup sesi orasi dengan mengingatkan kembali akan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah akan tegaknya kembali Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat menegakkan Khilafah sangat terasa pada sesi sharing dan komitmen. “Kami sangat mendukung ide yang dilontarkan Hizbut Tahrir dalam tabligh ini, dan kami siap bersinergi dengan HTI untuk mewujudkan kembali Khilafah,” ucap Ibu Masruroh, perwakilan muslimah Hidayatullah Jember, dengan berapi-api. Sontak, pernyataan tersebut mengundang pekikan takbir dari sekitar dua ratus muballighoh dan pemangku pesantren yang memenuhi aula atas gedung Graha Bina Insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan pun datang dari Ibu Abdul Mu’ith, muballighoh dari desa Jelbuk. Beliau menyampaikan bahwa meskipun tinggal di desa, tapi beliau dan masyarakat di sana sangat mendukung upaya Hizbut Tahrir untuk menerapkan syari’ah dan menegakkan Khilafah. Bahkan dengan tulus beliau bertaya, “Sebagai orang desa, apa yang bisa kami lakukan untuk mendukung dan member bantuan dalam penegakan Khilafah?” subhanallah… Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabligh akbar yang dimeriahkan dengan aksi teatrikal ini juga telah membawa guru-guru TPA yang pada awalnya memandang negatif Hizbut Tahrir berubah memberikan dukungannya untuk Hizbut Tahrir. Ini seperti yang dialami seorang guru ngaji yang juga mahasiswa STAIN Jember. “Semoga Khilafah berdiri tidak lama lagi. Untuk Muslimah Hizbut Tahrir, saya usul mengadakan tabligh semacam ini rutin tiga atau enam bulan sekali,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad siang itu, Aula atas Graha Bina Insani yang panas, dipenuhi kerinduan terhadap Khilafah sekaligus luapan semangat untuk berjuang menegakkannya. Namun sayang, waktu yang terbatas, membuat tidak semua muballighoh yang hadir bisa menyampaikan secara terbuka dukungannya. Tabligh pun ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Nyai kharismatik Jember, Nyai Munifah Mursyid.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/amrina-rasyada-spsi-ketua-lts.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/amrina-rasyada-spsi-ketua-lts.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Amrina Rasyada, S.Psi, Ketua LTs&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/b-masruroh-muslimah-hidayatullah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/b-masruroh-muslimah-hidayatullah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;B. Masruroh (Muslimah Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/b-suud-ypi-at-takwa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/b-suud-ypi-at-takwa.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;B. Su'ud - YPI At-Takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/nauroh-alifah-ketua-dpd-ii-mhti-jember.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/nauroh-alifah-ketua-dpd-ii-mhti-jember.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nauroh Alifah, Ketua DPD II MHTI Jember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ustadzah-azizah-pembina-galista-asmara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ustadzah-azizah-pembina-galista-asmara.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah Azizah, Pembina GALISTA ASMARA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ustdzh-zahida.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" ps="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ustdzh-zahida.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ustdzh Zahida&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-951278343359897229?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/951278343359897229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2009/12/jangan-takut-bergabung-dengan-hizbut.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/951278343359897229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/951278343359897229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2009/12/jangan-takut-bergabung-dengan-hizbut.html' title='Jangan Takut Bergabung Dengan Hizbut Tahrir'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/S41lJN7rkbI/AAAAAAAAADQ/XoJ9mUBQKNE/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1701342592805403611.post-8936845690495977503</id><published>2009-12-27T13:06:00.005+07:00</published><updated>2010-03-04T04:08:49.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan islam'/><title type='text'>Bagaimana Cara Memakai Busana Muslimah / Jilbab yang Baik sesuai syariat??</title><content type='html'>&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar7.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar7.png" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah...saat ini banyak wanita muslim yang mengenakan busana muslimah/jilbab. Ada yang sudah berpakaian sesuai tuntunan agama. Ada pula yang meski sudah memakai jilbab, namun masih jauh dari ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebagai contoh, ada yang memakai jilbab, namun jilbabnya tidak menutupi dada. Parahnya lagi, dia memakai kaus dan celana yang ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas. Akhirnya timbul keanehan, memakai jilbab tapi kok terlihat seksi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah tulisan ini bukan bermaksud untuk mengecam. Tapi untuk memberikan pencerahan agar kita tahu cara berpakaian yang benar menurut ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakaian Islam harus &lt;b&gt;menutup seluruh aurat&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;AURAT lelaki menurut ahli hukum ialah daripada pusat hingga ke lutut. Aurat wanita pula ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: &lt;i&gt;“Paha itu adalah aurat.” (Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakaian Islam &lt;b&gt;tidak boleh menampakkan tubuh &lt;/b&gt;atau jarang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Dari Saidatina Aisyah bahawa satu hari kakaknya, Asma binti Abu Bakar datang mengadap Rasulullah SAW sedang ia berpakaian tipis (jarang). Melihatkan keadaan itu, Rasulullah SAW terus berpaling muka.” [HR Abu Daud]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kadang ada pakaian yang meski menutup seluruh tubuh, namun serat kainnya begitu jarang persis seperti kain kasa atau transparan seperti plastik. Akibatnya tubuh atau warna kulit pun terlihat jelas seolah-olah telanjang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;i&gt;“Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakaian juga &lt;b&gt;tidak boleh ketat &lt;/b&gt;sehingga bentuk tubuh terlihat jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakaian juga &lt;b&gt;tidak boleh untuk bermegah-megahan atau bermewah-mewahan&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur 1]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pakaian tidak boleh berlebihan &lt;/b&gt;sehingga menimbulkan perasaan sombong atau congkak ketika memakainya. Contohnya sering kita melihat para bangsawan yang bajunya begitu mewah dan panjang sehingga terseret-seret di lantai sementara dagunya menghadap ke atas dengan rasa sombong.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan pakaiannya dengan sombong. (Shahih Muslim No.3887)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke bumi, lelaki itu adalah pangeran Bahrain. Ia berkata: Pangeran datang, pangeran datang! Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan. (Shahih Muslim No.3893)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ada yang memakai pakaian mahal misalnya dengan harga 5 dinar ke atas atau Rp 5 juta ke atas sambil membanggakan kepada temannya, ini aku beli seharga Rp 5 juta, niscaya itu sudah tidak Islami lagi. Seharusnya yang sederhana saja dan tidak berlebihan sehingga sisa uangnya bisa dipakai untuk sedekah membantu fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pakaian Lelaki harus berbeda dengan pakaian wanita. &lt;/b&gt;Tidak boleh lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki meski mungkin itu hanya untuk memancing tawa/lelucon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;i&gt;“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (Bukhari dan Muslim)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Baginda juga bersabda bermaksud: &lt;i&gt;“Allah melaknat lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki.” (Abu Daud dan Al-Hakim).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wanita &lt;b&gt;boleh pakai sutera&lt;/b&gt;. Namun &lt;b&gt;lelaki tidak boleh&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;i&gt;“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hendaknya &lt;b&gt;saat keluar rumah para wanita mengenakan jilbabnya.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Ahzab 59]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hendaknya &lt;b&gt;kerudung dipakai hingga menutupi dada.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An Nuur 31]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah contoh pemakaian busana muslim yang tidak sesuai menurut Islam. Jangan sampai pakaian istri, anak-anak perempuan, atau pun saudara-saudara perempuan kita termasuk dalam contoh-contoh tersebut. Terakhir ada contoh berpakaian muslimah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar1.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar1.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerudung tidak menutupi dada&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Allah SWT berfirman dalam surat An Nur ayat 31 &lt;i&gt;” .. dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya … “&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar2.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerudung tidak menutupi dada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rok yang dipakai kurang panjang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Menurut riwayat Imam Tarmizi dan Nasa’i, dari Ummu Salamah r.a. &lt;i&gt;“Ya Rasulullah, bagaimana perempuan akan berbuat kain-kain mereka yang sebelah bawah?“&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : &lt;i&gt;“Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi keatasnya“&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar3.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar3.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rasulullah bersabda &lt;i&gt;” hendaklah kamu meminjamkan dia baju yang panjang dan longgar itu “&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Make up yang sangat tebal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al’Araf ayat 31 : &lt;i&gt;” Wahai anak cucu Adam. Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki mesjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan ” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar4.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar4.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerudung tidak menutupi dada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lengan blus pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rok yang dipakai pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memakai kaos kaki&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;” Dan katakanlah kepada para perempuan beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang bisa terlihat….” Surat An Nur, ayat 31&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar5.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar5.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lengan blus pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memakai kaos kaki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rok yang dipakai berbelah di depan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;” Barang siapa yang memakai pakaian yang mencolok mata, maka Allah S.W.T akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti “ [HR Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i dan Ibn Majah]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar6.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar6.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pada gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerudung tidak menutupi dada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakaian ketat menampakkan lekuk tubuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Blus yang dipakai pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memakai kaos kaki&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi yang telanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya” [Bukhari dan Muslim]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cara berpakaian anda meski sudah menutup kepala masih banyak salahnya? Lalu bagaimana contoh berpakaian yang benar? Silahkan lihat di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar7.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/12/gambar7.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan” (H.R. Abu Daud)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berat untuk mengenakan busana Muslimah yang baik dan sesuai ajaran Islam. Seperti pengalaman pribadi yang dituturkan oleh satu penulis sumber ini. Mungkin busana muslim yang baik itu seperti ibu-ibu, tidak modis, tidak seksi, dan sebagainya. Tapi itulah yang benar. Dan menurut dia banyak juga kok saat ini busana Muslim yang baik tapi tetap terlihat modis dan anggun.&lt;br /&gt;Jika anda membeli busana Muslimah sebaiknya busana yang anda beli sesuai petunjuk di atas. Di bawah adalah tempat penjualan busana Muslimah online:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media-islam.or.id/2009/11/22/toko-busana-muslim-online"&gt;http://media-islam.or.id/2009/11/22/toko-busana-muslim-online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media-islam.or.id/"&gt;http://media-islam.or.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://myliqo.multiply.com/journal/item/10"&gt;http://myliqo.multiply.com/journal/item/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=23305"&gt;http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=23305&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://panduan.org/node/73063"&gt;http://panduan.org/node/73063&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1701342592805403611-8936845690495977503?l=ummisafira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummisafira.blogspot.com/feeds/8936845690495977503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2009/12/bagaimana-cara-memakai-busana-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8936845690495977503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1701342592805403611/posts/default/8936845690495977503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummisafira.blogspot.com/2009/12/bagaimana-cara-memakai-busana-muslimah.html' title='Bagaimana Cara Memakai Busana Muslimah / Jilbab yang Baik sesuai syariat??'/><author><name>ummi safira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10012295996523738388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_Fzrsv8GUPPs/SzKHJ0sR_CI/AAAAAAAAABo/cayFHmcwDgI/S220/tahlil.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
